Rabu, 20 Januari 2010
Century dan Upaya Kanalisasi
kemarin lalu sempat terduduk bersama teman di sebuah warkop. Memang, mengopi adalah kegemaran kami. Seringkali saat menghabiskan secangkir kopi membutuhkan waktu yang lama. 6 bahkan terkadang sampai 12 jam. Waktu selama itu hampir atau bahkan tidak terasakan bagi kami. Berbagai tema saling ditawarkan. Dari informasi-informasi kecil hingga isu nasional, atau bahkan celetukan kecil untuk merenggangkan pikiran.
Hingga telah sampai kami pada dua orang yang menurut kami sangat berpengaruh di negeri ini. Pada awalnya kami tertarik membahas kasus bank century. Yang kemudian mengantarkan kami pada dua stasiun TV yang menyiarkan secara eksklusif kasus itu. Sepertinya kasus ini telah menggeret mata publik. Betapa kami semua merasa sedang dialihkan olehnya. Dua stasiun TV itu sepertinya telah menggeret mata Indonesia ke dalam satu dua tempat di Jakarta.
Kami merasa Indonesia semakin sempit saja saat itu. Kami (masyarakat) kehilangan informasi dari kota-kota lain di negeri ini. Kami ketakutan. Kami tidak tahu kabar saudara-saudara kami disana (luar jawa). Apakah tambang emas di Papua sudah habis terkeruk. Ataukah minyak di negeri ini telah terkuras habis?
Kami bukanlah menganggap kasus century tidak penting. Kami hanya ingin mengajak setiap saudara semua lebih waspada. Karena sepertinya kita semua ma-sya-ra-kat sedang terpetak. Petakan itu masing-masing dimasuki permasalahan untuk kita bingungkan. Waspada disini dimaksudkan agar kita semua tahu kondisi saudara kita yang ada di petakan-petakan lainnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Masa Depan
Mereka dan Masa Depan Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar